Selasa, 16 Mei 2017

EARTH



TEORI TERBENTUKNYA BUMI


A.    Pengertian Bumi
Bumi terbentuk dimulai kurang lebih 4,56 milyar tahun yang lalu dan mengalami beberapa perkembangan. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam melainkan melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Ilmu yang mempelajari tentang bumi disebut geologi. Sedangkan cabang ilmu yang mempelajari khusus mengenai materi dan proses pembentukannya baik permukaan atau di dalam bumi disebut geologi fisik. 
Proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Dalam perkembangannya terciptalah beberapa hipotesa tentang pembentukan bumi yang berkesinambungan dengan hipotesa terbentuknya alam semesta.
Planet kita ini juga terdiri dari 70% air. Kira kira, 200 juta tahun yang lalu bentuk-bentuk kerak di Bumi sebagian besarnya adalah daratan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pangea.
Lalu beberapa juta tahun kemudian daratan tersebut terbelah menjadi daratan besar. Yaitu laurasia (Amerika Utara, Eropa, Bagian Asia Tengah, dan Asia Timur). Dan daratan yang lainnya adalah yondwana (Amerika India, Australia, Amerika Selatan, dan beberapa bagian asia yang tersisa). Selanjutnya bagian bagian dari benua besar tersebut terpecah-pecah kembali dan saling bertabrakan dengan bagian yang lain.
Permukaan Bumi mempunyai bentuk yang saling berbeda. Seperti lautan, daratan, gunung, dan masih banyak yang lainnya. Bumi juga disebut sebagai planet biru karena sebagian besar kandungannya adalah air. Bumi juga berevolusi terhadap matahari dan berotasi pada porosnya. Hal itulah yang menyebabkan pasang surut air laut.

B.    Teori-teori terbentuknya Bumi menurut Para Ahli

1.                                       Teori Big Bang (Ledakan Besar)

Ilustrasi Big Bang
               Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula (dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer).
  
Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
·                      Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
·                      Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
·                      Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
·                      Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi
Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat.

2.                   Teori Bintang Kembar


          Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

3.                   Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi.
Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

4.                   Teori Kabut (Nebula)



Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796). Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. Teori  nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu:
·                      Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
·                      Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
·                      Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.

5.                   Teori Planetisimal
Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

6.                   Teori Kontraksi (Contraction Theory)
Teori Kontraksi dikemukan oleh Rene Descrates (1596-1650). Descrates menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin menyusut dan mengerut karena pendinginan. Proses pendinginan ini membentuk relief dipermukaan bumi seperti gunung, lembah, dan dataran. Pendukung teori ini adalah James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Mereka berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan dibagian dalam bumi. Persistiwa tersebut mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

7.                   Teori Dua Benua (Laurasia-Gondawana Theory)
Teori dua benua sering dikenal dengan teori Laurasia Gondawana. Teori ini dikemukaan olehZuess (1884). Zuess menyatakan bahwa bumi pada awalnya terdiri atas dua benua sangat besar, Yaitu Laurasia disekitar kutub utara dan Gondawana disekitar kutub selatan. dua benua tersebut bergerak perlahan ke arah ekuator dan terpecah menjadi benua-benua kecil. Laurasia terpecah membentuk daratan Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Gondawan terpecah membentuk menjadi Amerika Selatan, India, Australia, Afrika, dan Antartika.

8.                   Teori Apungan Benua (Continental Drift Theory)
Teori apungan benua adalah bahwa pada awalnya di Bumi hanya ada satu benua, yaitu Pangaea, dan satuan lautan, yaitu lautan Tethys. Pangaea terpecah menjadi beberapa benua dan bergerak. Gerak rotasi bumi secara sentrifugal mengakibatkan benua-benua bergerak kearah barat menuju ekuator.

9.                   Teori Konveksi (Convection Theory)
Teori konveksi dikemukakan oleh oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess, kemudian dikembangkan oleh Robert Diesz, mereka menyatakan bahwa didalam bumi yang sangat panas terjadi arus konveksi kearah kulit bumi. Saat arus konveksi membawa materi lava sampai kepermukaan bumi, lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit lapisan kulit bumi yang baru. Lapisan baru tersebut menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

10.               Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory)
Teori ini muncul setelah Alferd Lothar Wegener seorang ahli meteorologi dan geologi dari Jerman. Wegener mengemukakan bahwa benua yang padat sebenarnya terapung dan bergerak diatas massa yang relatif lembek. Kerak bumi terdiri atas lempeng-lempeng tektonik yang seolah mengapung, bergerak, bergeser diatas lapisan inti bumi yang cair, sangat panas, dan selalu bergolak. pergolakan magma didalam bumi menyebabkan benua-benua bergeser.

Sumber :


Ø  Nurita Nada Novalia
Ø  1PA01
Ø  15516585



Senin, 17 April 2017

Semoga Bermanfaat





A.  Bagaimana Manfaat Ilmu Alamiah Dasar terhadap Perkembangan Ilmu Psikologi?

→ Sebelumnya, kita harus mengetahui apa itu pengertian IAD?
“Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) atau ilmu kealaman dasar yang mengkaji tentang gejala–gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip”

→ Apa tujuan dari mempelajari IAD?
● Menciptakan atau mendidik generasi muda agar mampu menjadi calon pemimpin masa depan yang cerdas ,terampil dalam memanfaatkan gajala-gejala alam yang terjadi agar bermanfaat untuk masyarakat , berbudaya, dan mampu berpikir kritis dalam menghadapi suatu masalah.
● Menciptakan mahasiswa yang  yang memahami  dan mampu mengatasi masalah dalam interaksi di masyarakat.
● Menciptakan kehidupan yang harmonis diantara seluruh kehidupan.
● Menganalisa seluruh  gejala-gejala yang terjadi, dan mempersiapkan diri  menghadapi semua  gejala tersebut,utamanya gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat.

→ Manfaat IAD dalam Psikologi?
Karena ilmu alamiah dasar menunjang kecakapan mahasiswa psikologi. Sudah dijelaskan bahwa Ilmu Alamiah Dasar ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa yang belajar di bidang sosial budaya, agar mahasiswa memiliki pandangan yang lebih luas dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mampu mendekati persoalan tentang pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih bersifat komprehensif, memperoleh dan memahami pengetahuan yang ada dan termasuk ke dalam bidang Pengetahuan Alam dan Teknologi.
Mengingat bahwa psikologi adalah ilmu sosial, maka mahasiswa-mahasiswa psikologi penting untuk mempelajari Ilmu Alamiah Dasar agar manfaat-manfaat yang dihasilkan dapat menunjang kecakapan mahasiswa-mahasiswa psikologi ketika menuju jenjang yang lebih tinggi, contohnya dalam menulis skripsi, meneruskan perkuliahan ke jenjang magister, ataupun nanti ketika sudah menjadi seorang psikolog.
Selain itu, dijelaskan bahwa Sains bertujuan untuk eksplorasi ke alam materi berdasarkan observasi. Oleh karena itu, dengan mempelajari sains atau ilmu alam diharapkan mahasiswa-mahasiswa psikologi mencari hubungan antara fenomena yang diamati dan yang bersifat menerangkan, dan harus dapat menguji diri. Hal itu digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah (problem solving).
Tidak dipungkiri pula bahwa dalam psikolog juga dibutuhkan penalaran untuk mendapatkan suatu kesimpulan dari suatu permasalahan. Oleh karena itu, dengan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar, diharapkan mahasiswa psikologi dapat melakukan penalaran dengan baik. Baik itu penalaran induktif maupun penalaran deduktif, sehingga bisa menunjang karir dan kecakapannya.
Selain itu, ketika seorang psikolog ingin menyimpulkan atau menemukan sebuah teori baru, maka ia dapat menggunakan manfaat mempelajari ilmu alamiah dasar yaitu dengan menggunakan metode ilmiah ataupun non ilmiah yang juga dibutuhkan penalaran, logika, dan langkah-langkah yang didapat dari Ilmu Alamiah Dasar. 
Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa psikologi untuk mempelajari Ilmu Alamiah Dasar, supaya dapat memenuhi criteria sebagai psikolog yang baik nantinya, dapat semakin menunjang kecakapannya baik dalam menangani masalah (problem solving), dalam menemuka suatu pengetahuan, ataupun dalam berpikir, berlogika, dan bernalar yang baik.



B.   Apa perbedaan IPA Klasik dengan IPA Modern? Jelaskan dan beri contohnya!

→ Pengertian IPA Klasik
“IPA klasik merupakan suatu proses IPA di mana teori dan eksperimen memiliki peran saling melengkapi dan memperkuat. IPA klasik memiliki kajian yang bersifat makroskopik, yakni mengacu pada hal-hal yang berskala besar dan kaidah pengkajiannya menggunakan cara tradisional. Di samping kajian yang bersifat makrokopis, ciri lain IPA klasik adalah lebih mendahulukan eksperimen dari pada teori.”



→ Pengertian IPA Modern
“IPA modern adalah suatu proses IPA di mana penekanan terhadap teori lebih banyak dari pada praktek. IPA modern memiliki telaahan yang bersifat mikroskopik, yakni sesuatu yang bersifat detail dan berskala kecil. Selain itu, IPA modern menerapkan teori eksperimen, di mana ia menggunakan teori yang telah ada untuk eksperimen selanjutnya”



→ Perbedaan IPA Klasik dan IPA Modern?



→ Perkembangan IPA Klasik dan IPA Modern?



Sumber :

Nurita Nada Novalia. 1PA01. 15516585

Senin, 20 Maret 2017

MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR

a.                 Definisi Matematika secara umum

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis mewujud dalam kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen.
Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.



b.     Definisi Matematika menurut Para Ahli

James dan James
Matematika merupakan suatu ilmu mengenai logika tentang bentuk, besaran, susunan, serta berbagai konsep yang memiliki hubungan satu sama lain dan dengan jumlah banyak yang terbagi ke 3 bidang, antara lain : aljabar, geometri, dan analisis.

Johnson dan Rising
          Matematika ialah pola berpikir, pembuktian yang logik, pola mengorganisasikan, matematika adalah suatu bahasa dengan menggunakan istilah yang dapat didefinisikan secara akurat, cermat, dan jelas, representasinya dengan simbol serta padat, lebih berupa sebuah bahasa simbol tentang ide dibandingkan tentang bunyi.

c.      Pengertian dan Tujuan Mempelajari Ilmu Alamiah Dasar

1.   Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
      Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) atau ilmu kealaman dasar yang mengkaji tentang gejala–gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep–konsep dan prinsip–prinsip dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti Biologi, Fisika, dan Kimia, ketiga ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006:V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi” yang pembahasannya mencakup pengenalan IPA dan ruang lingkupnya, perkembangan teknologi dan dampaknya, serta hubungannya dengan kelangsungan hidup manusia.

2.      Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar bagi mahasiswa

IAD bukan suatu disiplin ilmu, melainkan suatu pengetahuan tentang konsep–konsep dasar yang ada dalam IPA. IAD ditujukan untuk membantu mahasiswa memiliki pandangan lebih luas dalam bidang IPA, serta mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih komprehensif. Perkuliahan IAD dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperluas wawasan pengetahuan serta membantu mengembangkan kemampuan personalnya. Setiap mahasiswa yang telah mengikuti IAD diharapkan cukup peka, tanggap dan penuh rasa tanggung jawab terhadap berbagai masalah perkembangan IPA dan Teknologi disamping masalah sosial dan budaya serta lingkungan hidup.
Tujuan dari ilmu alamiah dasar itu sendiri adalah memberikan konsep dan gambaran mengenai ilmu pengetahuan alam kepada manusia supaya mereka mengenal dan lebih mengetahui tentang alam semesta ini. Mata kuliah IAD bertujuanmemberikan pandangan mengenai perkembangan IPA dan Teknologi yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia dan sumber daya alam serta lingkungan hidupnya.
Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya bagian dari ilmu pengetahuan manusia. Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan dasar artinya permulaan suatu bentuk. Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman, Inggris, dan Amerika). Yang mana istilah ini masuk ke Indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu alamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit.
       Dalam arti luas ilmu mencakup semua pengetahuan Ilmu Alamiah Dasar adalah merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi dalam manusia. Ilmu alamiah atau biasa disebut dengan ilmu pengetahuan (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prisip-prinsip dasar yang esensial saja.

d.     Hubungan Psikologi dengan Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar


          Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Menghitung hasil dari Test IQ juga bisa menggunakan teori statistika untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara menghitung distribusi frekuensi kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita tahu bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan mandiri serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat ditanggung jawabkan.
            Hubungan Psikologi dengan Ilmu Alamiah Dasar yang sangat erat. Contohnya Antropologi dengan Psikologi dalam ilmu ini kita mempelajari perilaku manusia dari peradaban yang berbeda-beda dari suku-suku yang banyak di Indonesia. Lalu Psikologi dengan Sosiologi  membahas tentang masyarakat luas dan interaksinya dalam masyarakat luas.

CONTOH KASUS DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Salah satu contoh dari psikometri adalah Intelligence Quotient (IQ) tes, tes standar yang mengukur kecerdasan relatif seseorang. Salah Satu contoh Dari psikometri adalah Intelligence Quotient (IQ) tes, tes standar mengukur kecerdasan yang relatif seseorang. Sebuah nilai IQ adalah pengukuran relatif, dibandingkan dengan referensi IQ 100 untuk nilai rata-rata. Skor IQ untuk populasi besar merupakan contoh dari fungsi statistik yang disebut distribusi normal. Kurva normal atau kurva Gauss adalah kurva lonceng berbentuk akrab di mana pengukuran yang digambarkan sepanjang sumbu x dan frekuensi digambarkan sepanjang sumbu-y. Sebagian besar nilai IQ jatuh di bagian luas kurva dekat nilai rata-rata 100. Sebagai skor menyimpang negatif atau positif dari 100, metodologi Q adalah jenis analisis yang digunakan dalam psikologi untuk mengukur dan mengkuantifikasi perasaan sekelompok orang mengenai topik tertentu.
Sebagai contoh, sebuah kelompok besar mahasiswa bisa diminta dengan pertanyaan berikut: "Bagaimana perasaan Anda tentang sekolah Anda?" Sebagai contoh, sebuah Kelompok Besar Mahasiswa Bisa diminta Artikel Baru Pertanyaan berikut: "Bagaimana perasaan Andari Tentang Sekolah Andari" Berbagai macam jawaban akan dikumpulkan mulai dari "Aku benci" untuk "Aku cinta" dengan banyak pendapat di antara menunjukkan sifat baik dan buruk dari sekolah. Berbagai macam Jawaban akan dikumpulkan Mulai Dari "Aku benci" untuk "Aku cinta" artikel baru di antara banyak pendapat menunjukkan sifat baik dan buruk dari sekolah. Dari itu, dalam jumlah terbatas pendapat (sampel Q) akan dipilih yang mewakili spektrum respon. Selama wawancara berikutnya, para siswa akan membaca sampel Q dan peringkat tingkat kesepakatan dengan masing-masing pendapat menggunakan skala -4 ke +4, dimana -4 menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat dan +4 menunjukkan perjanjian yang kuat dengan pendapat itu. Proses ini disebut Q sorting. Data numerik Yang dihasilkan dapat dianalisis Artikel Baru menggunakan fungsi statistik untuk memberikan pendapat Gambaran Matematika Siswa Sekolah Tentang mereka.


Konsep Umum statistik alat dan dipelajari dan perlengkapan Dibuat psikolog termasuk korelasi, regresi, analisis faktor dan distribusi sampling, probabilitas fungsi kepadatan

Nurita Nada Novalia
15516585 (1PA01)